Home schooling dengan Bahasa pengantar 80% Bahasa Inggris dan menggunakan prover pembelajaran pada anak
Namun, dalam pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa banyak anak mendapatkan pengalaman kurang menyenangkan selama bersekolah.
Seperti, Bullying, bentakan dan kekerasan dan tidak tersalurkan kreativitas anak. Pengalaman yang kurang berkesan tersebut menimbulkan phobia terhadap sekolah bagi anak dan orang tua.


anak akan bertemu dengan teman sebayanya.
Ini akan meningkatkan kemampuan bersosialisasi dan beradaptasi dengan orang lain

Jenjang dasar pendidikan formal di Indonesia. Sekolah Dasar ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Lulusan Sekolah Dasar dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat Junior High School.

Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa.

pendidikan untuk melanjutkan di jenjang berikutnya, akan mulai menentukan kemana arah kedepannya langkah yang akan di ambil keahlian dan bakatnya serta kemampuan menentukan masa depannya.
Homeschooling adalah pendidikan nonformal yang telah diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2014. Dengan peraturan tersebut dimata Pemerintah Republik Indonesia, setiap murid yang lulus melalui sistem homeschooling atau sekolah rumah memiliki kedudukan yang sama dengan siswa yang menempuh jalur pendidikan formal.
Sehingga setiap lulusan berhak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi baik didalam maupun diluar negeri.
Akses International Home Schooling berusaha memberikan pelayanan terbaik dengan menjaga kualitas pengajaran baik melalui tenaga pengajar, hingga fasilitas belajar anak. Kami percaya bahwa kemerdekaan belajar dapat membuat anak dapat berkembang lebih baik.
Karena dengan meredeka belajar, pendidikan bukan hanya sekedar mendapatkan ijazah, namun justru dapat membantu mendukung anak untuk mengembangkan minat dan bakatnya.


Kami percaya bahwa masa depan menawarkan banyak sekali tantangan bagi anak. Maka dari itu, seluruh kegiatan pembelajaran akses independent homeschooling selalu menerapkan 6 prinsip utama yaitu berfikir kritis, komunikasi, kolaborasi mengedepankan budaya, kreatif dan koneksi. Kami yakin dengan 6 prinsip tersebut, anak didik kami akan mampu bersaing baik di kancah nasional maupun internasional, sekaligus menjadi insan yang unggul baik individu maupun kolektif.
Pembelajaran kami didukung dengan kurikulum nasional dan kurikulum Singapore yang dapat dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan anak, setiap kelas akan mendapatkan fasilitas belajar yang sama beserta tutor yang berkompeten untuk menagajar anak anda mulai dari jenjang SD hingga SMA.
Dimulai dari kegelisahan akan perlunya sekolah minat dan bakat yang mengajarkan siswa berpikir kritis serta mampu bersosialisasi dengan baik.
Akses Independent Homeschooling hadir untuk menyesuaikan kebutuhan setiap anak-anak, sehingga setiap anak bisa menyalurkan minat dan bakatnya dengan baik serta didukung dengan kurikulum nasional dan kurikulum Singapore yang dapat dipilih dan disesuikan dengan kebutuhan anak untuk mengakomodir berbagai kebutuhan belajar anak.

Untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar, Akses Independent Homeschooling menyediakn fasilitas guna menjunjang kegatan belajar mengajar siwa/i baik secara digital maupun konvesional sesuai kebutuhan!



Kurikulum yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar Akses Independent Homeschooling adalah kurikulum Nasional dan kurikulum Singapore yang dapat dipilih dan disesuaikan dengan kemampuan serta kebutuhan anak anda.
Mengenali minat dan bakat anak sejak usia dini akan sangat bermanfaat untuk mengarahkannya secara tepat dan sesuai usia. Minat dan bakat anak nantinya akan menjadi LIFE SKILL, yaitu kemampuan khusus untuk dapat bertahan hidup dan menjadi berhasil sesuai bidangnya.
Selain menggunakan modul belajar yang disesuaikan dengan kurikulum nasional, AIS juga menggunakan aplikasi pembelajaran yang menarik, interaktif dan menyenangkan, sehingga anak tidak jenuh dalam proses kegiatan belajar mengajar dan lebih mudah memahami dengan menggunakan aplikasi akses belajar.
Salah satu kekurangan yang jelas terlihat dalam pendidikan di Indonesia adalah lalu lintas komunikasi satu arah. Aneka bentuk pendidikan budi pekerti diberikan terfragmentasi dalam bentuk pelajaran khusus, tanpa diupayakan integrasinya ke dalam keseluruhan mata pelajaran dan pembelajaran. Pendidikan melalui suatu sudut kurikulum ini pun diringkas ke dalam formula ”menu siap saji”, berupa rangkaian paket jadi yang memberi siswa sedikit pilihan dan menumpulkan kapasitas moral judgement-nya.
Kegiatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa /i dimana kegiatan tersebut membantu siswa /i dalam proses belajar menjadi menyenangkan
Kegiatan kelompok yang dilakukan oleh Siswa /i dengan tujuan memberikan kesempatan kepada Siswa /i untuk membuat sebuah karya melalui proses yang berkesinambunan.
Kegiatan ini diimplementasikan dengan cara memberikan sebuah project kepada Siswa /i untuk dirancang secara bersama dalam suatu bentuk organisasi yang menghasilkan program kerja / kegiatan tahunan sebagai acuan untuk pelaksanaan seluruh project dalam tahun tersebut. Project class juga merupakan kegiatan yang ditujukan untuk Siswa /i komunitas sebagai wadah berorganisasi terstruktur untuk melaksanakan beberapa project sesuai peminatan yang mereka pilih.
Project class terbagi menjadi tiga, yaitu: Entrepreneur, Charity dan Media.
Proses pembelajaran dimana Siswa / i Kelas Komunitas, Privat dan Mandiri belajar di luar kelas melalui kunjungan baik outdoor maupun indoor.
Diharapkan dengan adanya Edu Trip ini Siswa / i menjadi tidak jenuh dengan pembelajaran yang berada di kelas, Siswa / i dapat langsung mempraktekkan dan melihat secara langsung, dan Siswa / i dapat menambah wawasan yang lebih luas dan menambah pengetahuan tentang hal- hal yang tidak diberikan di kelas.
Merupakan kegiatan yang melibatkan seluruh Siswa /i yang memilih program Kelas Mandiri. Kegiatan ini diadakan tiap 3 bulan sekali. Siswa / i berkumpul di sebuah tempat yang telah ditentukan dengan pemberitahuan sebelumnya dan belajar bersama dengan cara yang berbeda.
Dengan adanya Gathering ini, diharapkan homeschoolers yang mengikuti program kelas mandiri dapat mengenal serta bersosialisasi dengan teman-teman sesama Siswa / i. Sehingga, meskipun Siswa / i kelas mandiri belajar di rumah masing-masing, mereka masih dapat bergaul (bersosialisasi) dengan teman-temannya. Gathering ini ditujukan untuk masing-masing tingkatan SD, SMP, dan SMA.
Merupakan proses pembelajaran non-akademik untuk Siswa / i komunitas yang bertujuan untuk mengembangkan diri, keterampilan, dan kreativitas anak melalui kegiatan workshop, hastakarya, konseling, agama, olahraga, dan pendidikan finansial.
Kegiatan kelompok yang dilakukan secara online oleh Siswa / i dengan cara memberikan pendampingan, wawasan, langkah, dan strategi dari para alumni yang ahli di bidangnya dalam sebuah kelas coaching.
Konsultasi Gratis!